Bismillah, let's do the best insya Allah we will get the best and be the best. Ok!

Sabtu, 14 Oktober 2017

Profil Siti Mukasih

Share & Comment

Guru Fikih itu Namanya Siti Mukasih

Orangnya kecil, mungil dengan pembawaan yang kalem. Sepintas melihat pasti orangnya sabar. Ya .... memang dia orang yang sabar. Sosok yang kalem itu bernama Siti Mukasih dan biasa dipanggil Bu Mukasih oleh teman dan siswa –siswa. Mukasih mengajar mata pelajaran Fikih.

 
Mukasih tinggal di Rt 01 Rw 02 Desa Argopeni kecamatan kebumen. 57 tahun yang lalu dia lahir tepatnya 5 Oktober 1960. Isteri dari Tugino (almarhum) ini dikaruniani tiga orang anak yaitu Eko Lukman, Fadli Rahman, dan Laelia Kurniasih. Ketiganya sudah menikah dan sudah memberikan cucu untuk Mukasih.
 
Perjalanan hidup yang panjang dilaluinya. Dia mengenyam pendidikan SD tamat tahun 1973. PGAN (sekarang MAN Kutowinangun) 6 tahun dan lulus tahun 1980. Setelah dinyatakan lulus, pada tahun 1983 Mukasih mencoba mendaftar CPNS dan diterima. Pada tahun 1984 SK Penempatannya turun dan ditempatkan di Kantor Depag Kabupaten Kebumen. Pada tahun yang sama MTs Negeri Triwarno Kutowinangun kekurangan guru dan oleh Kepala Madrasah waktu itu Mukasih diminta menjadi guru di madrasah tersebut. Jadi Mukasih menjadi guru DPK di MTs Negeri Triwarno Kutowinangun mulai tahun 1984. 

“Kepala Madrasah waktu itu mempercayakan kepada saya mata pelajaran Kertangkes” sambil mengenang Mukasih melanjutkan “Pada waktu itu belum ada guru yang mengajar sesuai jurusan, pokoke sing penting harus bisa dan belajar.” Lanjut Mukasih dengan tersenyum. Untuk bisa mengajar Mapel Kertangkes, Mukasih selalu mengikuti pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan mepel tersebut. mukasih pernah mengikuti Diklat Guru Kertangkes di Magelang sekitar tahun 1997. Dia juga pernah mengikuti Diklat di SMPN I kebumen. Dan juga diklat-dikalt lainnya.
 
Hingga tahun 2000, Mukasih harus menyetarakan ijazah mengajarnya. Pada tahun tersebut dia melanjutkan kuliah di STAINU dengan mengambil jurusan PAI (Pendidikan Agama Islam). “Sebetulnya ya capek dan malu dengan teman-teman yang masih muda yang masih energik, wong ini tuntutan zaman, mau tak mau saya harus menjalaninya.” Imbuh Mukasih dengan wajah sedih mengenang beratnya kuliah di usia yang sudah terbilang tua. Mengajar pagi dan sorenya kuliah. Itu semua dijalaninya selama 4 tahun. Yaitu dari tahun 2000 sampai 2004.
 
Setelah itu Mukasih mengajar sesuai dengan ijazahnya yaitu mata pelajaran Fikih sampai sekarang.
 
(Menulis Feature hasil dari pelatihan Jurnalistik, disusun oleh Salsabila Rahma, Siti Nur Alifah, Alifiyah Qurotul  Aini, Nabilla Putri Ramadhani, Tim Jurnalistik)


Tags:

Written by

MTsN Triwarno Kutowinangun Kebumen

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 

Berlangganan Informasi

Copyright © MTsN Triwarno Kutowinangun | Powered by Website Sekolah